Hari ini saya menghadiri pertemuan alumni penerima beasiswa Dompet Dhuafa Republika di Blitzmegaplex Grand Indonesia. Alhamdulillah bisa ketemu Mas Eri Sudewo, Mas Ahmad Juwaeni, Mas Kusnandar, dll. Saya datang kira-kira jam 10, terlambat karena sebelumnya saya harus memberikan sambutan pada acara kuliah perdana Tahsin dan Tahfidz “RUH QURAN” di daerah Tugu Selatan, Jakarta Utara.
Alhamdulillah tahun ini peserta Tahsin bertambah menjadi kurang lebih 150 orang, umumnya adalah pekerja dan pelajar. Sebelum membuka acara tersebut saya sempat ngobrol dengan salah satu peserta, namanya Haris Pratama, Ayahnya Orang Nias sedangkan Ibunya orang Jawa. Haris masih duduk di kelas VI SD, walaupun begitu ia nampak sangat dewasa. Ia mengaku ikut Tahsin atas kemauan sendiri dan tidak dipaksa oleh siapapun. Subhanallah…ternyata masih ada anak-anak di negeri ini yang dengan sukarela memilih ikut Tahsin ketimbang bermain PS di Rental PS, Saya hanya merenung dalam hati betapa luar biasa Ibunya Haris.
Sebagai Alumni penerima beasiswa DD saya merasa bahwa ketika kita bisa berkrontribusi bagi kemaslahatan umat dimanapaun dan dalam bentuk apapun, maka itulah sejatinya alumni penerima beasiswa DD Republika, bukan begitu Mas Eri ?.(art)
Kaitkata: alumni, Dompet Dhuafa, eri sudewo, tahsin